After All This Time? Always

Selamat datang Desember! Nggak kerasa sebentar lagi liburan, waktu memang sangat cepat berlalu.

Ada yang tahu atau merasa familier dengan judul postingan kali ini? Jika tidak, berarti kamu kurang gaul. Atau mungkin saja kamu kurang memiliki perasaan yang peka.

Ngomong-ngomong, ada yang tahu Harry Potter? Yakin deh, semua orang pasti tahu tokoh fiksi yang diciptakan oleh penulis hebat bernama J.K. Rowling tersebut.

Melalui debut pertamanya di Inggris, buku Harry Potter semakin ditunggu-tunggu oleh para pembacanya. Bukan hanya di Inggris, namun penggemar seri Harry Potter ini sudah mencapai negara-negara di hampir seluruh dunia! Nggak kebayang deh gimana perasaan Mum Jo soal betapa antusiasnya respon masyarakat dunia mengenai cerita hebat yang dia tulis ini.

WARNING! Tulisan ini terdapat banyak kalimat yang bisa menjadi spoiler. Jadi, bagi Anda yang belum menyelesaikan kisah Harry Potter mungkin bisa tutup tulisan ini.

J.K. Rowling memang penulis yang sangat hebat. Beliau memiliki imajinasi yang kuat. Bagaimana beliau bisa menggambarkan kastil Hogwarts dengan sangat rinci, menggambarkan tokoh Harry Potter beserta sahabatnya, Hermione Granger dan Ron Weasley, bagaimana J.K. Rowling bisa menciptakan konflik yang kuat sehingga menjadi daya tarik tersendiri, itu semua merupakan bakat hebat yang dimiliki oleh J.K. Rowling. Karena kehebatan cerita yang dibuat itulah maka tak heran salah satu produser film terbesar di dunia bernama Warner Bros memproduksi film adaptasi dari novel Harry Potter.

Awalnya saya gak terlalu suka sama film Harry Potter. Kalau ada di TV biasanya cuma adik saya yang nonton, saya cuma ikut-ikutan nonton tapi nggak terlalu fokus untuk memahami film tersebut. Baru-baru ini saat menginjak dunia SMA, ada teman saya namanya Gung Santhi. Dia suka sekali film Harry Potter. Katanya, dia sudah menonton dari bagian pertama sampai bagian yang ketujuh. Memang awalnya saya menganggapnya di dalam hati B aja sih, tapi entah kenapa setiap dia bicara tentang Harry Potter terlihat sangat antusias, seperti mengalir begitu saja karena sudah di luar kepalanya. Sejak saat itu saya kagum dan mulai penasaran, gimana sih Harry Potter itu?

Iya, saya sadar kalau telat banget karena baru memiliki keinginan untuk menonton film Harry Potter, sedangkan filmnya sudah mulai dari tahun 2000-an. -_- Pertamanya saya malah pingin membeli novel Harry Potter dalam bentuk box set, namun di Gramedia cabang Denpasar sudah tidak ada, sudah langka banget. Toko online? Sudah saya cek namun stoknya habis.

Tetapi pada akhirnya, saya berhasil mengumpulkan film Harry Potter 1-7. Makasih, Devi. 😀

NoteSaya berhasil membeli box set Harry Potter di awal tahun 2015 tanggal 1 Januari.

Melalui Harry Potter, saya tahu bagaiamana persahabatan yang sesungguhnya, bagaimana Hogwarts begitu memukau saya. Tokoh Harry Potter, Lord Voldemort, dan Severus Snape merupakan tokoh yang hebat menurut saya. Mereka bisa dibilang sama-sama punya latar belakang yang kelam. Harry yang yatim piatu dan dikejar oleh kematian, Voldemort yang hidup penuh kebencian dan memiliki kemampuan parseltounge (berbahasa ular), dan Snape yang tidak populer dan dijauhi karena tertarik dengan ilmu hitam dan ramuan. Walau hidup mereka keras, mereka tetap berusaha menjalani kehidupan mereka.

-o-

J.K. Rowling sangat hebat dalam membuat alur ceritanya, beliau mampu membuat saya membenci Severus Snape atas kematian Professor Dumbledore. Namun siapa sangka? Ternyata Severus Snape adalah tokoh paling berani. Dia rela menjadi agen ganda atas perintah Professor Dumbledore semata-mata untuk melindungi Harry.

Severus_Snape_by_papercastle

Severus Snape mencintai Lily Evans yang merupakan ibu kandung Harry. Awalnya Snape membenci Harry Potter yang merupakan anak hasil perkawinan James Potter dengan Lily Evans, namun Harry memiliki mata Lily, wanita yang dicintainya.

Snape menggunakan ajian pamungkas pada saat Professor Quirrell mencoba mencelakakan Harry pada saat pertandingan Quidditch berlangsung. Snape mengajarkan Harry Occlumency agar Harry mampu membatasi Voldemort membaca pikiriannya.

Semua itu dilakukan untuk menjaga Harry, peninggalan Lily satu-satunya.

Dibandingkan James Potter, Severus Snape yang lebih dulu mengenal Lily Evans. Severus semasa kecil suka memperhatikan Lily yang bermain dengan Petunia di taman. Akhirnya pada suatu hari, Severus punya kesempatan untuk berbicara dengan Lily. Ia menghibur Lily ketika Petunia mengatakan keanehan Lily yang mampu menggunakan sihir. Severus menghiburnya dengan cara mengatakan bahwa Lily spesial.

Lily-and-Snape-as-children

She’s just jealous. That she’s ordinary, and you’re special.

Severus (untuk Lily) – Harry Potter and The Deathly Hallows – Part 2

Sejak saat itulah mereka berteman. Namun, perasaan Severus berubah menjadi cinta, dan Lily merupakan cinta pertama Severus. Saat sekolah di Hogwarts, Lily masuk asrama Gryffindor sehingga dekat dengan James Potter, sedangkan Severus berada di asrama Slytherin. Itulah yang membuat mereka tidak dekat lagi.

Jadi, bisa dibilang Severus Snape adalah tokoh favorit saya setelah Albus Dumbledore dan Hermione Granger.

Seorang yang memiliki wajah tanpa ekspresi, bersikap dingin, dan penuh misteri mampu mencintai seorang wanita dengan begitu dalamnya. Walaupun Lily menikah dengan James, Severus tetap mencintainya. Rasanya susah bila di kehidupan nyata berbuat seperti Severus, mencintai seseorang yang bahkan tidak mencintai kita.

Karena cintanya pada Lily, Severus memiliki Patronus yang sama dengan Lily, yaitu rusa betina.

tumblr_megjgzMQMm1qjwnw2

Ketika berbincang dengan Dumbledore, Snape mengeluarkan Patronus-nya. Professor Dumbledore aja sampai heran lho, soalnya Patronous-nya masih sama seperti milik Lily.

“After all this time?”

“Always.” said Snape.

Percakapan itu sangat menyentuh. :’)

Pada saat detik-detik terakhir Severus Snape akan meninggal, ia meminta Harry Potter untuk menatapnya. Kenapa? Karena Snape ingin di saat-saat terakhirnya melihat mata Lily. Ia menganggap bahwa Lily sedang menatapnya sehingga ada perasaan sedikit lega.

Deathly-Hallows-HD-severus-snape-26392827-1920-800

Ya di balik kelamnya itu semua, pastinya ada sedikit kebahagiaan. Di balik pengorbanan seorang Severus Snape pada akhirnya ada secercah cahaya yang memudahkan Harry menjalankan misinya untuk membunuh Voldemort.

dumbledore

Happiness can be found, even in the darkest of times, if one only remembers to turn on the light.

Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore – Harry Potter and the Prisoner of Azkaban

-o-

Saya selalu suka dengan persahabatan Harry dengan Ron dan Hermione. Hermione selalu membantu sahabatnya dengan kepintaran yang dimilikinya. Mereka dalam menemukan kasus selalu bertiga, begitu pula dalam menyelesaikannya.

Ya tapi kan nggak ada yang sempurna di dunia ini, persahabatan mereka juga tidak selalu berjalan mulus. Yang paling sering bertengkar adalah Ron dengan Harry. Ron yang mudah ngambek gampang sekali memusuhi Harry. Tetapi karena eratnya rasa persaudaraan dalam dirinya membuat Ron berbaikan kembali dengan Harry.

Ron juga sering kali iri dan cemburu dengan Harry. Contohnya saja waktu Harry terpilih dalam permainan Triwizard, Ron menuduh Harry berbuat curang dengan memasukkan namanya sendiri. -_- Dan Ron pernah cemburu saat Harry berdua dengan Hermione. 😀

Saya suka kisah cinta Ron dengan Hermione. Ron yang konyol bertolak belakang dengan Hermione yang bersikap serius. Mereka juga sering bertengkar. Saya selalu senyum-senyum sendiri kalau menonton adegan mereka saat bertengkar.

Tapi di balik itu semua, mereka memendam perasaan.

Ron-and-Hermione-in-Half-Blood-Prince Ron-and-Hermione-Wallpaper-romione-25678826-1024-768

Untungnya bukan friend zone ya. :’)

Saya kesel sih waktu Ron nggak peka sama perasaan Hermione di tahun ke-4. Diceritakan bahwa akan ada sebuah acara dansa atau disebut dengan yule ball. Masing-masing anak harus memiliki pasangan lawan jenis yang akan diajak saat berdansa. Jadi, bagian sedihnya adalah Hermione menunggu Ron memintanya untuk menjadi pasangan di yule ball sampai-sampai dia nolak ajakan Victor Krum sebanyak tiga kali (pernah baca di salah satu sumber). Tapi akhirnya Hermione menerima ajakan Krum karena Ron mengejeknya.

 Pokoknya saya paling suka pasangan Romione! Entahlah, lucu aja. ❤

-o-

Harry termasuk cowok nggak peka dan cuek juga menurut saya, sama seperti Ron. Cho Chang adalah cinta pertama Harry sekaligus pacar pertama Harry. Awalnya sih jalannya mulus, tapi lama kelamaan Cho suka cemburu akan kedekatan Harry dengan Hermione. Saya merasa mereka kurang cocok di sini karena Cho yang nggak bisa mengerti situasi. Akhirnya mereka putus karena Cho tersangka yang membocorkan rahasia tentang Dumbledore’s Army ke Draco Malfoy.

Pada akhirnya Harry menikah dengan Ginny yang merupakan adik Ron.

Dari awal semua juga tahu kalo Ginny suka banget sama Harry, tapi Harry cuek dan gak peduli. Baru pada saat Ginny pacaran sama Dean, Harry ngerasa cemburu, hahaha.

Tapi mereka pacaran juga kok akhirnya. Perjuangan Ginny, aw!

harry-ginny-51871

Dibandingkan Ron dan Hermione, pasangan yang satu ini yang paling sering ciuman di dalam film. -_- Pasangan mesum emang, hahaha. 😛

-o-

Tamatnya cerita Harry Potter ditandai dengan kematian Lord Voldemort.

Dan, semuanya sudah tahu dong akhir ceritanya gimana? Yap. Harry menikah dengan Ginny, sedangkan Ron menikah dengan Hermione.

Rasanya sedih, rasanya kayak ada yang hilang waktu Harry Potter sudah tamat. Tapi, karena aku punya filmnya… gak apa dong ya kalo nonton berulang-ulang? 😀

Azkaban Trio Laughing Harry-Ron-and-Hermione-Wallpaper-harry-ron-and-hermione-26304319-1280-800

Namun persahabatan mereka tetap abadi selamanya. Sampai mereka punya anak-cucu mungkin. 🙂

The-Golden-Trio-rakshasa-and-friends-35550899-450-338resize tumblr_static_tumblr_mfuzk0cr4b1rnovt0o1_400edit

The stories we love best do live in us forever. So, whether you come back by page or by the big screen, Hogwarts will always be there to welcome you home.

J.K. Rowling

Cerita Harry Potter akan ada dalam diri kita jika kita benar-benar memahaminya. Itu yang saya rasakan ketika menonton film Harry Potter. Katakanlah saya bukan penggemar Harry Potter yang sesungguhnya karena tidak membaca novel karya J.K. Rowling tersebut, namun melalui film yang sekadar adaptasinya saja saya mampu menyukai cerita yang diadaptasi dari novel fenomenal itu, apalagi dengan saya membaca ketujuh novelnya? *nangis guling-guling*

Kalaupun ada orang yang dengan senang hati ingin meminjamkan novel Harry Potter miliknya, pasti saya akan membacanya. Jujur saja, sensasi membaca novel (menurut pengalaman saya) lebih terasa daripada menonton filmnya. Novel memiliki aroma yang khas yang bisa membuai pembacanya sehingga akan larut dalam cerita tersebut. Tetapi faktor aroma itu hanyalah faktor pendukung. Yang merupakan faktor utama yaitu bagaimana cara sang penulis merangkai kata-kata sehingga pembaca mampu terlarut di dalamnya.

Suatu saat nanti saya berharap bisa membeli ketujuh novel keren ini.

Sumber gambar: Google Image

Advertisements

3 thoughts on “After All This Time? Always

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s